0
Berita SD

Depok, Ar-Rahman Islamic School, 04/06/21. Hampir dua tahun wabah COVID-19 hadir di Indonesia. Banyak aspek yang menjadi dampak dari kehadiran wabah tersebut, baik dibidang ekonomi, sosial, kesehatan, dan pendidikan. Dalam aspek pendidikan yang seharusnya berjalan secara tatap muka, sementara harus dilakukan secara tatap maya (online class). Hal ini menuntut kita untuk dapat beradaptasi dan belajar kembali dengan sistem yang baru.

Sesuai dengan rencana pemerintah yang akan membuka dan memulai kembali pembelajaran tatap muka, Ar-Rahman Islamic School mencoba untuk melaksanakan belajar normal (offline class). Tentunya hal tersebut tidak mudah dengan kondisi yang baru (new normal). Banyak hal yang harus dipersiapkan dan diperhitungkan dengan segala risikonya. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan KBM dimulai dari jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

PTM merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyiapkan pembelajaran tatap muka secara utuh pada tahun ajaran yang akan datang. Di SD Ar-Rahman Islamic school, PTM dilaksanakan pada hari Rabu (2/6) hingga Jumat (4/6) dari pukul 08.00 sampai dengan 11.00 WIB. Kegiatan pembelajaran juga diselingi kegiatan snack time yang dilakukan di lingkungan luar kelas (outdoor) dengan kapasitas maksimal lima orang per kelas. Siswa yang mengikuti PTM tentunya atas izin orang tua melalui surat persetujuan yang telah diberikan sebelumnya secara online.

Kegiatan PTM diikuti maksimal oleh lima orang siswa per kelas. Adapun pembagian waktu kegiatan sebagai berikut: hari pertama diikuti oleh kelas 1A dan 1B, hari kedua kelas 1A, 1B, 2A, dan 2B, sedangkan hari ketiga dilaksanakan oleh kelas 1A, 1B, 2A, 2B, 3A, dan 3B. Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan secara keseluruhan baik murid, guru, dan material yang dibutuhkan agar kegiatan tatap muka pada tahun ajaran yang akan datang dapat terlaksana lebih baik. Selain itu, hasil dari pelaksanaan PTM tersebut untuk mengetahui dan mengevaluasi kendala yang terjadi di lapangan.

Walaupun kegiatan PTM secara tatap muka, namun protokol kesehatan (prokes) dilaksanakan secara ketat. Siswa, guru, dan seluruh masyarakat sekolah mematuhi prokes seperti mencuci tangan pakai sabun atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Antusiasme dan respon positif orang tua dan siswa terhadap kegiatan ini sangat tinggi, bahkan orang tua mengharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan lebih sering. Siswa juga berharap agar kegiatan PTM bisa dapat lebih lama dari durasi yang diagendakan. Ada beberapa respon yang kami kutip dari siswa,

“pulangnya jam 3 aja Miss…”,

“Miss… aku masih mau sekolah…” dan masih banyak lagi pendapat siswa lainnya yang enggan untuk mengakhiri PTM.

Leave a Comment

Your email address will not be published.